Hari Esok adalah Kematian

Hidup di dunia ini adalah anugrah terbesar dari Tuhan. Bagi agamawan khususnya agama Islam. Percaya, bahwa semua yang bernyawa akan mengalami yang namanya kematian. Dan itu sesunggunya adalah takdir, sebab tidak akan ada manusia yang bisa lari dari maut (kematian). Kata Rumi “Hidup di dunia ini harus butuh cinta sebab tanpa cinta dunia akan membeku.
Sebelum kematian datang menghampiri kita, ada baiknya menggunakan hidup ini dengan cinta. Dalam arti jika kita memahami secara konteks apa yang dikatan Rumi bahwasanya tanpa cinta dunia akan membeku yakni dalam kehidupan nyata semua yang beku akan bersifat keras sehingga akan melakukan perbuatan atau sikap yang keras (pemberotakan,anarkis,atau hal-hal yang merugikan).
Kematian sudah banyak merenggut nyawa dari manusia khusus tokoh-tokoh di dunia. sehingga, mati dalam meninggalkan sejarah adalah sesuatu yang tidak merugikan sebab orang-orang di masa lalu akan tahu bahwa kita pernah hidup di masa lalu.
Kita mulai dari Adam dan Hawa yang sudah lama meninggal tetapi masih diingat karena sejarahnya dari penciptaan sampai diusirnya oleh Tuhan dari surga. Ada nabi Muhammad dengan sejarahnya memperjuangkan kalimat tauhid dan kemenusiaan, ada Descartes dengan daya berfikirnya, Soekarno dengan pandainya berorasi dan yang terakhir ada Habibie dengan kepemimpinannya yang demokrasi dan kisah cinta nya yang menginspirasi tentang kesetiaan.
Walaupun belum vulgar menjelaskan tentang tokoh-tokoh yang mati meninggalkan sejarah namun kita dapat mengambil suatu pelajaran bahwa hidup butuh cinta dan mati butuh goresan sejarah.
Pembaca yang budiman, kematian adalah suatu hal yang pasti, oleh karna itu marilah kita mengukir sejarah. Salah satu nya adalah menulis. Kita bisa mengambil pelajaran dari Farag Fouda dengan tulisanya yang secara gamblang menjelaskan tentang kebobrokan pemerintahan khilafah dalam bukunya “kebenaran yang hilang”.
Walaupun pada saat itu ditentang oleh pemeritahannya karena tulisanya yang dianggap radikal namun di masa sekarang diakui oleh mayoritas orang. Maka dari itu menulislah supaya orang-orang di masa lalu juga tahu bahwa kita pernah hidup di masa lalu.