Pilihan Redaksi Edisi Pertama September

Salam literasi!

Selangkah lebih maju. Yah, begitulah kita saat ini. Kolongkata.com yang berafiliasi dengan kolong.team kini telah meluncurkan aplikasi bernama kolong. Dengan adanya aplikasi tersebut, teman-teman akan lebih mudah mengakses koleksi-koleksi karya dalam bentuk ebook tanpa melakukan browsing. Setelah melewati periode edisi bulan sebelumnya, kumpulan tulisan dari teman-teman yang nantinya terpilih dalam 15 tulisan terbaik dari 5 tulisan favorit tiap minggunya juga akan tersedia dalam aplikasi tersebut. Termasuk edisi favorit berikutnya yang sedang berlangsung.

Edisi pertama September ini berisi naskah tulisan yang sangat bervariasi, baik dari segi konten maupun kategori tulisannya. Pilihan pertama versi redaksi jatuh pada naskah berjudul Agama Seks. Buah tangan dari Azka ini mengajak kita meninjau ulang cara berpikir kita dalam menanggapi wacana disertasi seorang Doktor Abdul Azis yang berjudul Seks Halal di Luar Nikah. Dalam tulisannya, Azka meninjau dari sudut pandang sejarah seks melalui mitologi dari beberapa agama bahwa seks bukan lagi wacana baru, termasuk perilaku menyimpang yang ada di dalamnya. Kita semestinya bertabayyun dalam menghadapi wacana kontroversial, bukan malah menghujat atau mencaci. Penulis khawatir dan prihatin jangan sampai ada oknum yang berteriak bahwa seks yang dimaksud itu haram sementara di balik tabir hidupnya sedang asyik berkelana dengan seks itu sendiri.

Naskah kedua, redaksi memilih Hijrah Kontenisme karya Muh. Muchtasim. Naskah ini seolah mengutuk cinta. Betapa tidak, tokoh Ali dalam tulisan berbentuk cerpen ini mengalami perubahan-perubahan karakter yang begitu rumit dalam proses hijrah gagalnya. Dan perubahan itu semua karena cinta.  Tepatnya putus cinta.

Perpisahan selalu menjadi wacana menarik, terutama saat berbicara cinta. Termasuk naskah favorit ketiga yang berjudul Adios karya Ayatullah Patullah. Puisi yang berbicara tentang perpisahan dan air mata. Permainan diksi yang begitu apik pada pemilihan simbol lonceng Angelus membuat perpisahan tak sekadar berpisah walaupun nampak begitu datar. Ada sebuah momen sakral antara bunyi-bunyi lonceng dan air mata yang membuatnya menemukan ketegaran dalam kesedihan. Puisi ini sekaligus menambah diksi metafora dalam khazanah karya sastra yang hadir di kolong.

Sementara itu, pada naskah favorit redaksi yang keempat ada Pakkio Doek oleh Mutmainnah Hakim. Naskah ini menceritakan betapa mirisnya melihat konsep “harga diri” yang bisa disejajarkan dengan “harga barang”. Nilai-nilai yang melekat pada “harga diri” juga seolah-olah digambarkan hilang atau sama dengan barang dagang seperti sayur, ikan, dan jalangkote.

Naskah terakhir, redaksi memilih tulisan Shaheeda Alfatih dengan judul Teruntuk Putraku Pejuang Belia. Naskah ini berhasil menggambarkan dimensi kehidupan yang memang selalu pelik. Namun bagaimana pun bentuk kehidupan yang dialami, kita harus tetap memberikan harapan kepada generasi pelanjut.

Demikian lima tulisan favorit readaksi edisi kali ini. Nantikan 15 karya yang terpilih bersama edisi yang lain di bulan September ini dalam bentuk ebook di koleksi.kolong.team. Dan untuk naskah favorit pilihan redaksi yang akan mendapatkan honor kepenulisan jatuh pada naskah Agama Seks karya Azka. Kepada penulis diharapkan segera mengirim nomor rekening tujuan melalui nomor 085231268898.

Demikian untuk minggu ini. Selamat bermitra bersama kolong.team. Jangan lupa upload naskah buku dan nikmati koleksi karya di koleksi.kolong.team.

Tim Redaksi

[TheChamp-FB-Comments style="background-color:#fff;"]