Teruntuk Putraku Pejuang Belia

Nak, jangan kau takut dinilai radikal oleh orang-orang di sekitarmu. Biarlah mereka bernyanyi dengan suara mereka yang sumbang itu…
Kau dibesarkan di zaman yang serba terbalik. Di mana yang salah dianggap benar dan diagung agungkan. Sementara yang benar disalahkan dan diasingkan dengan tuduhan radikal.
Anakku…
Mengertikah kau apa itu radik (radix)?
Yah, radix adalah akar. Jadi, pelajarilah agamamu mulai dari akarnya agar kau dapat berdiri kokoh dan tak mudah goyah. Banggalah ketika kau diasingkan oleh orang-orang yang memusuhi agamamu nak. Jangan pernah ada rasa takut di hatimu.
Nak, meskipun di awal, ummu sempat khawatir akan keadaan dan keselamatanmu. Namun, tekad, semangat dan keikhlasan dari abatymu lah yang membuat ummu yakin dan ikhlas melepasmu berada di jalan yang penuh dengan onak duri ini.
Nak, ummu berharap kamu bisa mengikuti jejak abaty berada di jalanan ini nak. Meskipun tertatih, terlunta, Abaty tetap semangat dan optimis.
Kamu jangan mudah terprovokasi oleh bisikan bisikan yang dapat mengendorkan semangat juangmu.
Anakku…
Teruslah menimba ilmu agama, teruslah mengasah kemampuan berfikirmu agar kau lebih cerdas. Jadilah pejuang dan pendobrak peradaban. Jadilah pejuang agama Allah hingga Islam kembali jaya di muka bumi…

Anakku…
Insya Allah ummu dan abaty ikhlas melepasmu berada di jalan yang penuh dengan onak duri ini dengan segala konsekuensinya. Teruslah berjuang buah hatiku, raihlah kemenangan Islam dalam genggamanmu. Kibarkan panji panji tauhid di seluruh penjuru dunia.

Ummu dan abaty akan selalu mendo’akanmu Nak…
Peluk cium ummu dan abaty, teruntuk buah hatiku AA’

Banda Aceh, 1 Muharram 1441 H

[TheChamp-FB-Comments style="background-color:#fff;"]