Goresan Kata dari Petani

Aku terlahir dari keluarga dan lingkungan yang bertahan hidup dengan cara bertani. Petani adalah sumber kehidupan di negeri ini, baik itu berupa makanan pokok atau bahan-bahan pokok. Dan aku bangga dengan hal itu, sebab menjadi bagian dari penghasil sumber kehidupan adalah suatu hal yang luar biasa.
Ketahuilah pembaca yang budiman, kami (petani) sangat antusias pada saat pesta demokrasi. Mulai dari pemilihan kepalah desa sampai presiden.
Kami sangat bergerilya sebab selalu menanti pemimpin yang mampu memakmurkan rakyat (petani). Karena kami yakin untuk kemajuan negeri ini salah satu solusinya adalah memakmurkan petani.
Namun, sampai saat ini belum ada pemimpin yang berhasil 100% memakmurkan petani. Selain itu harga hasil pertanian semakin menurun sedangkan harga pupuk dan bibit yang sangat melonjak. Sesuatu yang sangat menyedihkan buat petani.
Kritik kami haturkan kepada pemerintah tentang sikapnya terhadap pertanian. Melihat keresahan masyarakat (petani) terhadap harga dari hasil pertaniannya membuat luka yang tidak dirasakan pemerintah tentunya.
Banyak dari petani rela ke luar negeri hanya untuk melanjutkan perjuangan hidupnya. Hal ini disebabkan oleh profesinya yang menjadi petani di Indonesia tdk menjamin untuk bertahan hidup. Tapi lucunya, mereka yang ke luar negeri untuk melanjutkan hidup juga menjadi petani di negeri orang. Sangat menyedihkan bukan?
Pesan kami (petani) kepada permerintah. Keringat kami ingin dihargai, kami juga mau seperti roda yang tidak selalu di bawah, emas yang punya harga, dan pelangi yang punya warna.