DI TANAH KELAHIRAN, TANAH DAENG

/1/
Berdiri menatap kaki yang menapak
Di tanah kelahiran, tanah daeng
Adalah kebanggaan menyisakan luka,
Akulah anak Mangkasarak2 yang baru lahir dari kejamnya kehidupan

Uang adalah napas, namun menjajah setiap orang yang gila akan nilainya
Dan inilah aku, sang penggila harta.
Hidup tanpa kasih sayang, tanpa belas kasih,
Telah menindas pikiran dan perasaan

Selalu berhadapan dengan panasnya jalan beraspal
Itulah konsekuensi pasti
Demi bertahan hidup dalam kemandirian

/2/
Setiap hari berhadapan dengan amarah
Rumah bukan lagi istana yang menyimpan kebahagiaan
Padahal foto-foto kami terpajang gembira
Berusaha melakonkan “keluarga bahagia”
Berharap kenyataan pahit segera usai
Namun, realita menolak itu
Rumah bukan lagi tempat layak untuk berpenghuni
Keputusan, kini mengantarkanku jauh ke negeri seberang
Berlabuh jauh dari tanah kelahiran
Inilah kisahku, gadis kecil bernama Dara
Bersama luka melawan air mata
/3/
Hidupku sendiri dan benar-benar menyendiri
Buta, tak kenali mana bumi mana langit
Kakiku telah jauh melangkah, memperkenalkan dunia baru
Malam adalah ceritaku dan kerlap-kerlip lampu jalan
Indah mata melihat, seakan hidup adalah taman bunga yang selalu terjaga

Namun sayang, itu adalah pembajakan di atas penjajahan
Merasakan kasih sayang, meskipun itu palsu
Karena ada pisau menyayat hati, membuat luka namun lagi-lagi tidak berdarah
Di balik adegan yang kesekian kalinya,
Di balik rupiah yang menekanku

Ku berharap malam segera pergi
Karena sakit kian meraung
Menanti pagi tuk menata hari yang baru lagi
Tapi, harus ku langkahkan kemana kaki ini
Siang adalah cerita hati dan masa depan
“langit, biarkan awan menangis agar ku tak perlu berbohong pada kupu-kupu yang menyapa”
Karena aku bukanlah kupu-kupu yang seindah dipandang orang
Karena aku tidak lebih hanya segelas jus sebagai penawar nafsu yang haus
Telinga telah banyak mendengar cacian
Mata pun telah kebal melihat ejekan
Inilah pilihanku, kembali menjadi anak tu Mangkasarak
Menanamkan kembali Siri’ na Pacce
Yang sempat hilang karena ego
Menaklukkan pikiran hingga tunduk tak berkutik untuk melawan

Sekarang aku bukan lagi gadis kecil penuh tanya,
Lemah dan mudah goyah
Akulah Dara yang dewasa karena pengalaman
Selamat datang di potongan hidup yang baru
Tanah daeng, butta passolongang cerakku

Dramaga, 2019