Rindu

Hujan tak pernah turun dan berlalu begitu saja. Ia selalu meninggalkan jejak, kenangan. Kenangan adalah rumah jiwa. Tempat kita menitipkan kerinduan. Namun jarak sedang mengirimkanku luka dengan kabut yang paling pekat. Sungguh dalam kesunyian hatiku sedang berlayar di tengah laut yang lebih asin dari penderitaan.

Dalam rindu dan derita yang kita bersamai terlahir cinta (Dia) yang merajut di tengahnya. Kita hanya punya satu kesempatan dalam hidup, terimalah. Terima dan jadikan dia rumah. Kita tinggal di dalamnya. Mengurung kegelisahan di satu sisi dan menjadikannya mantera. Mantera yang akan membuat kita lebih kuat dari Dylan.