Pecandu IPK

Mark Zukerbarge seorang yang tak menginjak bangku kuliah yang mampu menemukan suatu penemuan yang luar biasa yakni facebook, Steve Jobs penemu Apple, Bill Gates yang harus keluar dari kampusnya Harvard dan menemukan Microsoft , serta masih banyak lagi tokoh dan orang-orang yang hebat tanpa ijazah yang selembar itu.

“Presiden akal sehat pun pernah mengatakan, Bahwa ijazah bukan tanda kau pernah berfikir, tapi tanda bahwa kau pernah sekolah/kuliah” Rocky Gerung

Dunia pendidikan di era ini kehilangan ruhnya, dosen/guru kehilangan gairah dalam mendidik mahasiswanya, khazanah intelektual tak menjadi prioritasnya lagi, yang terpenting mahasiswa harus tunduk, tunduk , patuh dan patuh . Akhirnya tumbuh benih-benih ekor keapatisan untuk tidak menebar transformasi dialogis pendidikan di bilik-bilik kampus.

Di tiap tahunnya kampus hanya menjadi pencetak kertas bertulis ijazah dengan barisan-barisan calon pengangguran yang kelak tak tau arah dan tujuan selanjutnya. Pendidikan tak lagi mendidik dengan dialektika keilmuan, melainkan hanya mengkultuskan hegemoni struktural ego, kritik menjadi hal yang menakutkan, dan aturannya menjadi mengerikan. Satu kritik kau hembuskan, maka sepuluh aturan yang terbit dari lidah manisnya. Oh Dosenku, aku ingin kau didik aku menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan bangsa melalui khazanah intelektual yang kau berikan, bukan menjadi budak absen yang selalu kau jadikan sebagai senjata tuk mencabik gerakku.

Kau tuntun kami menjadi budak IPK, dengan jaminan rajin, aktif, tak melawan, tak gondrong, tak MENGKRITIK kebijakan yang kau buat berdasar egomu.

Akhirnya lahirlah!! Lahirlah benih budak budak itu, pecandu-pecandu angka. Yah merekalah mahasiswa yang akan meng-Iyakan apa yang engkau mau, kehendakmu akan selalu terejawantahkan, berdalillah sesukamu, karena budak budak itu siap mendengarkan dan melaksanakannya. Wahai mahasiswa/mahasiswi, IPK tak menjamin kesuksesanmu ke depan, kau butuh skill, kau butuh banyak pengetahuan, karena setelah kau keluar kampus, IPK tak lagi berarti kau hanya butuh satu kata, bisa atau tidak? Yah that’s true, right? So, jika hanya sederet absensi yang kau banggakan, pujian dan patuhmu kau lantangkan, maka hanya satu kata Untukmu “Budak!”

Pendidikan itu Membebaskan kawan, bukan mengekang ataupun mengintimidasi, Dosen bukan Nabi apalagi Tuhan yang setiap sabdanya kau jalankan dan kau patuhi, Paulo Freiere membungkam itu semua melalui statementnya bahwa sejatinya pendidikan mengajarkan kita bebas, bebas untuk mengespresikan khazanah kognitif kita, artinya dialektika tetap menjadi hal yang penting dalam bilik-bilik kampus. Bukan rasa cemas apa lagi takut, yah takut mengeluarkan dalihnya sebagai mahasiswa.

#Savemahasiswapemburuipk
#mahasiswajamannow
#menjadibudakataumelawan