Abu-abu dan Kelabu

Kau hidupkan sebagian sisi yang sekarat

Sembari menumpahkan abu abu dan kelabu

Mengarsir rasa tanpa arah

Ikut saja; pintamu tanpa suara

Kau menyeretku ke dunia pragmatis

Dengan kaki bertelanjang dan hati yang gusar

Aku tersesat;

Pada warna yang harusnya tak tertumpah di kanvas.

Perihal warna yang kau pilih sendiri; Abu abu dan kelabu

Kau pergi mengucap bosan

Dan warna pura pura mengenalku dan kau.

Di beri hati mintanya jantung!

Menghakimi sisi yang dulu kau hidupi.

Apalagi yang lebih istimewa

Ketimbang berdoa pada Tuhan yang rangkum oleh namamu.

Mungkin tak pantas aku mengatakannya; Aku menyayangimu.