Hakikat Dari Sebuah Kemerdekaan

Memasuki bulan Agustus biasanya identik dengan perayaan hari kemerdekaan. Yups, tepat di 17 Agustus 2019 tahun ini Indonesia akan merayakan hari kemerdekaan nya yang ke-74 tahun. Ini artinya selama 74 tahun sudah kita merdeka, terbebas dari segala bentuk penjajahan.

Tapi tahukah hakikat dari kemerdekaan itu seperti apa?

Merdeka… Kemerdekaan artinya bebas, terlepas dari segala bentuk peperangan serta penjajahan atas orang-orang barat.

Lihat bagaimana freeport saat ini itu masih dikuasai oleh pihak luar. Lihat lapangan kerja di negeri ini nyaris dikuasai pekerja asing. Lihat bagaimana aset-aset bangsa ini sebagian telah dikuasai oleh swasta dari luar negeri.

Fakta diatas itu belum seberapa, tolong jangan seolah-olah kita pura-pura buta dan tuli atas kondisi bangsa ini dari perekonomian, pendidikan, sosial dan pemerintahan.

Di perekonomian, kita memakai sistem ekonomi liberal kapitalis maka apa yang dipakai disini, tak lain adalah sistem ribawi.

Di pendidikan, Siswa siswi dididik dengan tujuan untuk mendapatkan nilai yang memuaskan namun lupa membentuk karakter mereka. Wajarlah ketika setiap menitnya kita menyaksikan kenakalan remaja, mulai dari pergaulan bebas, narkoba, tawuran, pornografi maupun pornoaksi.

Di Sosial, bagaimana kita melihat pergaulan atau interaksi antara wanita dan laki-laki maupun sesama jenis dalam setiap tingkah lakunya.

Maka disini saya tekankan bahwa hakikat kemerdekaan itu sesungguhnya adalah bebas dan terlepas dari penghambaan terhadap manusia. Artinya kita tidak menjadikan manusia sebagai “Tuhan” yang menciptakan segala bentuk aturan yang mengikat serta mengatur kehidupan manusia. Serta, kemerdekaan yang hakiki adalah ketika kita beriman secara kaffah. Artinya kita mengambil ajaran agama yang saling mengasihi sebagai aturan hidup kita baik dari segi perekonomian, pendidikan, sosial, politik maupun pemerintahan dan sebagainya.

Simpelnya adalah, memaknai kemerdekaan itu bukan dengan perayaan tetapi dengan memperjuangkan kembali hak-hak kita yang telah dirampas oleh kaum kapitalis.

Allahu A’lam