Antara Cinta dan Tanggung Jawab

Cahaya bulan seluas pandangan mata
Cahaya bintang sejuta keindahan permata
Dihibur suara dikeheningan malam
Berbaur dengan mereka,menikmati indahnya malam
Mendapatkan sebuah keanehan,membaca situasi baru.
Memunculkan ekspektasi mewujudkan pengalaman baru.
Persaudaraan erat,namun kadang ada hiruk piruknya sebuah perkumpulan.
Mengira ia andalan,namun nyatanya hanya bingkisan belaka

Cahaya lagi-lagi memancarkan keindahan bagi penikmatnya.
Di teras rumah panggung,penelitian kembali berlangsung.
Menandai yang ditandai..
Mengira yang tak terkira…
Memangku keindahan rembulan yang tak ternilai
Memelihara lingkaran kecil dari jiwa yang lara.

Cahaya masih memancarkan jurus penenangnya.
Kali ini ada benak yang gelisah
Memikirkan hal yang tak terlihat.
Namun jelas di depan mata.
Rasa ingin lengser dari kekonsistenannya
Namun masih ada dalam sebuah kebimbangan..
Mencari pengalaman,menikmati cahaya
Disatukan dalam cinta, di pisahkan dengan suksesnya panggilan kemanusiaan.
Diteras rumah ini,keamanan batin tersirami rasa-rasa manisnya sebuah pertemuan
Pergolakan perbedaan,menyatukan sudut bintang dalam sebuah lingkaran

Diteras ini, kita cengar-cengir bersama
Secangkir kopi menjadi amunisi setia…
Gelas berputar,cerita mengalir
Itulah keniscayaan dari sebuah keindahan….
Dibungkus dalam segel keakraban.
Dirawat dan di sirami dari beribuh butiran cinta.

Inginku,kita seterusnya begini adanya
Kita bukanlah senja yang hanya sekedar muncul menjadi pemuas bagi penikmatnya.
Namun kita adalah rasa mereka,duka mereka
Yang selalu ada…berbagi senyum bersama
Menjanjikan sebuah kemenangan bagi mereka