sebuah pesan

Kutulis sajak ini untuk mengenang hari yang telah lama kita khawatirkan

Hari yang sebenarnya tidak kutunggu namun harus kujumpai

Kau dan aku duduk diam tak seperti biasa Menikmati sepoi mammiri pantai losari Meresap dingin menyapa senja yang kian gelap

Tanpa kata hanya air mata dibalik kaca matamu

Hingga muram lebih suram

Tak kuusap air matamu dengan jariku sebab kutau

Hanya pundakku yang mampu menanggungnya

Sebuah pesan dalam isak tangismu “tunggu aku sayang”