Kalimat yang kau nantikan

subuh tadi seluruh kerinduan berkumpul menyelimuti kepiluan hatiku, mencoba mencari cela untuk memeluk hangatnya cinta yang selama ini menceriahkan hari-hariku.

namun sayang

mereka menyerah pada rasa sakit yang tlah lama mengendap, memenjarakan kelembutan itu.

hingga pada pagi ini, kerinduan itu menyublim menjadi setetes embun terakhir di Pucuk Daun gelisahku.

namun pasti!

mengalir perlahan

ke tepi lalu terjatuh tanpa daya, terhempas membasahi tanah, dan mengering tanpa jasad di siang harinya

Selamat Tinggal Rasa yang Indah