Doa-doa Sakral

Barangkali awan gelap yang ada di pikiranmu adalah doa doa kutukan sakral. Tiap saat doa doa terbungkus menjadi namamu agar hidupmu tak tenang gelisah merindu. Sudah berapa lama kabarmu tak ada, pun bila ku kabari dengan nomor handphone lain kau tetap acuh sedangkan cintaku masih menyembah parasmu.

Sekian kesakitan yang kau perbuat ku maafkan tanpa kau minta dengan tulus.

Aku bersamamu meski orang orang menghujat,
Aku mencintaimu melebih mereka yang sudah ku kenal lebih lama.

Harus bagaimana lagi aku ?

Tuhan pun seolah tuli  ketika ku minta dia untuk mengutuk keluargamu, hanya hitungan hari impian kita usang sebab pihakmu, lalu apa reaksimu ?. Kau diam tak menampik wajahku yang  merah padam menahan marah dan tangis purapura kau tak tau.

Pernikahan abadi itu sejatinya hanya mimpiku, sedangkan kau masih sibuk mencari celah untuk merendahkan aku tetap mencintaimu,  kau menyinggung orang yang mengasihiku sejak lahir  aku tetap dengan perasaan yang sama. Harus apalagi agar bisa menamparmu dengan keras dan menyesal.

Perihal jarak yang membentang doaku tak mengenal itu 

kini aku berhenti mencari
kini aku berhenti berharap lebih
bukan berarti dendamku usai.